Senin, 06 November 2017

BUKU PITUNG TERBARU

Assalamu Alaikum wr wb...
Alhamdulillah BUKU PITUNG sampai saat ini masih terus banyak permintaan, oleh karena itu demi memudahkan memperoleh buku tersebut, kami memberikan kesempatan kepada saudara-saudari untuk memilikinya, adapun rinciannya adalah :
1. Harga Buku Rp 60.000 (plus ongkos kirim) khusus Jabodetabek, sedangkan diluar wilayah itu harga buku Rp. 60.000 dengan ongkos kirim sesuai masing masing wilayah
2. No.Rekening saya akan diberikan jika fihak peminat buku ingin konfirmasi
3. Buku akan segera dikirim jika sudah ada bukti resi transfer
4. Bagi yang sudah transfer harap segera mengiirimkan secara lengkap nama, alamat dan No.Hp.
5. Pengiriman buku paling cepat 2 hari untuk wilayah jabodetabek (hari kerja) dan 3 hari (untuk wilayah diluar jabodetabek (hari kerja)
6. Buku akan langsung saya tanda tangani
7. Untuk komunikasi bisa menghubungi di 08179803186 (WA/SMS)
SEKIAN DAN TERIMA KASIH
Wassalamu Alaikum Warohmatullohi wabarokatuh...


Jumat, 27 Oktober 2017

BUKU PITUNG

Assalamu Alaikum untuk seluruh sahabat dimana saja berada..

Alhamdulillah Buku PITUNG (Pituan Pitulung) sudah terbit
Buku yang terbit ini adalah salah satu upaya Al Faqir untuk memberikan sumbangsih dakwah Islamiah di bumi Jayakarta umumnya Nusantara.
Kehadiran buku ini merupakan sebuah oase ditengah dominannya sumber informasi yang banyak berasal dari penjajah. Dengan alasan itulah kemudian Al Faqir mencoba memberikan sebuah alternatif dan penawaran melalui sejarah Pituan Pitulung yang bersumber dari kalangan pribumi sendiri.
Sebagai sebuah karya tentu buku ini nantinya akan banyak menimbullkan pro dan kontra, tapi sekali lagi Al Faqir ingin menegaskan bahwa munculnya buku Pitung adalah salah satu bentuk jihad Al faqir dalam menegakkan Islam dinegeri Fathan Mubina...
Selanjutnya untuk memperoleh buku ini dipersilahkan kepada sahabat melihat rincian sebagai berikut :
1. OPEN PO : (SENIN s/d JUMAT)
2. HARGA BUKU : RP. 60.000 (Free ongkos kirim khusus untuk wilayah Jabodetabek) sedangkan untuk luar Jabodetabek Harga Rp. 60.000 belum termasuk ongkos kirim 
3. PEMBELIAN ATAU PEMBAYARAN MELALUI TRANSFER REKENING
4. NAMA DAN ALAMAT JELAS PEMBELI 
5. PENGIRIMAN BUKU (SENIN s/d JUMAT)

Bagi yang berminat silahkan hubungi kami Via WA di No. 08179803186







Senin, 10 Juli 2017

MENEMUKAN "ISTANANYA" PARA WALI MASTUR DI SELATAN KOTA JAKARTA


Berziarah pada hari ini seolah seperti mendapat "intan permata" yang tidak ternilai harganya. Perjalanan begitu mengesankan dan "mendebarkan".


Ya hari ini tanggal 9 Juli Bakda Zuhur, saya, istri dan salah satu sahabat setia saya yang merupakan trah Ki Bondan Kejawan (Sayyid Abdurahman Jumadil Kubro) melakukan napak tilas para wali mastur di selatan Jakarta. 



Mencari jejak para wali mastur bukanlah perkara mudah dikarenakan memang posisi beliau-beliau yang memang maunya seperti itu. Dalam pendataaan sejarah boleh dikatakan keberadaan "mereka" itu antara ada dan tiada. Namun bagi saya pribadi, keberadaan para wali mastur tetap harus dilacak agar kedepannya kita semua bisa menjadi manusia yang mau berterima kasih atas jasa-jasa dakwah Islamiah mereka. Ukuran mereka wali atau bukan itu tidak perlu diperdebatkan, lebih arifnya kalau itu kita serahkan kepada para ulama yang mengerti dunia kewalian, kita yang awam lebih baik sami'na wa atho'na.

Perjalanan ziarah hari ini adalah sebuah hal yang unik dan berkesan, karena saya membawa istri yang sedang hamil tua. Sempat saya khawatir namun demi rasa cinta kami terhadap para Wali Allah maka Bismillah semua kami jalani..Dan Alhamdulillah semua bisa berlangsung dengan lancar...

Alhamdulillah pada perjalanan yang berkesan ini saya menemukan makam-makam para wali yang tersembunyi yang nyaris tidak diketahui masyarakat, padahal keberadaan pemakaman itu cukup luas dan terbilang tua, makam tersebut terdapat di daerah Cipete tepatnya di Kuburan Wakaf jalan Haji Pi'i (tidak jauh dari Fly Over).

Salah satu makam yang membuat saya "bergetar" tatkala saya dan istri serta sahabat saya menemukan makam seorang Sayyid yang bernama Syekh Abdurahman bin Abdullah bin Abbas Al Jaelani..nama terakhir ini yang membuat saya terkaget-kaget...siapa sangka ada keturunan Syekh Abdul Qodir Jallani di tanah Betawi.

Menurut Guru sahabat saya di sekitar makam makam ini banyak terdapat wali-wali mastur. Sayyid Abdurahman sendiri merupakan penasehat Raden Kusuma Wijaya bin Pangeran Nitikusuma yang makamnya juga kami ziarahi. Pangeran Kusuma Wijaya sendiri nama lainnya adalah Kumpi Sinar. Kenapa dinamakan demikian ? Karena dengan dakwahnya beliau berhasil menyinari wilayah Cipete dan sekitarnya menjadi wilayah yang Islami dan religius yang sampai saat ini masih bertahan. Nama Nitikusuma sendiri mengingatkan saya kepada para Mujahid Besar kota Jakarta Bekasi Tangerang yaitu PITUAN PITULUNG (PITUNG). Pangeran Nitikusuma yang merupakan mujahid besar Jayakarta adalah leluhur Pitung.

Alhamdulillah....semoga ziarah hari ini membawa keberkahan bagi kita semua...amin...

MENEMUKAN MAKAM KRAMAT WALIYULLAH MASTUR (RADEN WANGSA, CUCU SULTAN TRENGGONO/SULTAN DEMAK ) DI SELATAN JAKARTA KAMPUNG PEKAYON KELURAHAN RAGUNAN

https://www.facebook.com/iwan.raraumay
Tidak ada yang menyangka kalau disebuah TPU Wakaf yang berada di daerah Pekayon RT 08 /RW 03 Kelurahan Ragunan Jakarta Selatan telah bersemayam jasad seorang Waliyullah mastur. Posisinya sebenarnya tidak jauh dari makam Kramat Pangeran Wiraguna. Makam TPU Pekayon ini bisa ditempuh melalui perempatan Koran Republika yang ke arah Ragunan....posisinya melewati plang makam Pangeran Wiraguna (sekitar 100 meter sebelah kiri).


Bagi masyarakat setempat khususnya sang pengurus makam, tidak diketahui siapa beliau yang dimakamkan disini. Namun Alhamdulilah berdasarkan informasi yang saya peroleh dari sahabat saya, beliau ini bernama Raden Wangsa. 

Raden Wangsa ini adalah cucu dari Sultan Trenggono/Sayyid Abdurrahman/Sultan Demak Bintoro. Beliau datang ke Jayakarta dalam rangka dakwah Islamiah. Sultan Trenggono sendiri hidup sekitar tahun 1480 - 1546 

Di wilayah selatan utamanya wilayah Jagakarsa, Ragunan dan sekitarnya memang yang saya ketahui banyak para penyebar agama Islam yang berasal dari keluarga Kesultanan Demak termasuk Raden Wangsa ini. 

Dalam kehidupannya, setelah lama berdakwah beliau wafat di daerah yang sekarang ini. Keturunannya sendiri banyak terdapat di wilayah Sunda. Mengenai keturunan Raden Wangsa di Sunda mungkin Kang Suranagara Ahmad punya keterangan yang bisa membantu saya.....

Beberapa tahun yang lalu sebenarnya makam ini banyak yang sering menziarahinya, namun setelah para sesepuh banyak yang wafat, makam ini mulai dilupakan orang. 

Sebagai seorang peziarah yang sering mendata dan mendokumentasikan sebuah situs makam, sebelum saya meninggalkan makam ini ada sebuah pertanyaan besar, "Kenapa diatas tanah makam beliau telah ditaruh ranjang tidur ?", "Apakah seorang Waliyullah seperti beliau pantas disimbolisasikan dengan hal seperti ini ?"

Entahlah.....

Wallahu A'lam Bisshowwab....

MENEMUKAN SITUS MAKAM TUA KRAMAT MILIK WANITA SHOLEHAH DI PONDOK LABU YANG BERADA DI DALAM RUMAH..


Jakarta seolah tidak habis akan adanya situs makam dari orang-orang terdahulu yang mempunyai pengaruh pada masyarakat. Kali ini dalam wisata ziarah dan sejarah kembali saya menemukan sebuah makam tua yang tersembunyi. Tidak tanggung tanggung, makam ini terdapat di dalam rumah !


Dalam perjalanan menemukan makam ini kembali saya dihadapkan akan ketidaktahuan masyarakat terutama yang berada di kiri kanan tempat beradanya makam, bahkan ada yang katanya tinggal puluhan tahun namun baru mendengar adanya makam keramat di daerahnya. Makam ini posisinya berada tidak jauh dari seberang masjid pondok labu atau tepatnya berada di jalan Raya Fatmawati No. 5 Kelurahan Pondok Labu Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan (posisi makam berada samping tukang minyak wangi). Makam ini sebenarnya sangat mudah untuk diziarahi namun karena informasinya sangat minim maka dibilang gampang gampang susah untuk menemukannya.

Dimana ada usaha disitu ada jalan. Nasib baik masih berfihak kepada saya, secara kebetulan saya bertemu dengan seorang yang ternyata keturunan dari shohibul maqom. Sempat dia heran dan memandangi wajah saya, mungkin dia heran darimaƱa saya tahu informasi makam tersembunyi milik leluhurnya. Tapi setelah saya jelaskan kalau tujuan saya hanya untuk ziarah dan penelitian sejarah barulah wajahnya tersenyum.

Setelah dapat petunjuk dari keturunan shohibul maqom sayapun bergerak kearah yang dituju, tanpa diduga ternyata keberadaan makam ini ada di dalam rumah penduduk ! Untungnya si pemilik rumah mengizinkan saya untuk berziarah. Suasana sekitar makam sangat bersih dan terawat. Dahulu yang menjaga makam ini seorang wanita tua yang bernama Nyai Banding (kalau tidak salah), kini beliau sudah wafat. Saat ini sekitar makam adalah tempat kos, dahulunya disekitar makam adalah kebun...perubahan zaman menjadikan makam terhimpit bangunan sana sini..

Dalam cerita yang saya peroleh sementara ini, makam ini adalah milik seoramg wanita yang sholehah bernama NYAI SITI AMBARWATI. Dahulunya disekitar makam beliau banyak terdapat pohon labu sehingga dikarenakan banyak tanaman labu, dan pemiliknya merupakan seorang tokoh karismatik yang tinggal dirumah yang dikelilingi pohon labu, dan pada waktu itu juga sering menjadi tempat persinggahan para tokoh agama serta beberapa masyarakat lainnya, maka dinamakanlah daerah ini menjadi Pondok Labu.

https://www.facebook.com/iwan.raraumay

Wallahu A'lam Bisshowwab......

BERZIARAH KE MAKAM KRAMAT TERTUA DI BINTARO, MAKAM YANG BERDEKATAN DENGAN "JALUR MAUT" TRAGEDI BINTARO


Menziarahi makam ini terasa lain nuansanya, karena posisinya mengingatkan kita akan tragedi besar Kereta Api Bintaro di tahun 1987 (kalau tidak salah) yang banyak memakan korban. Bahkan belum lama ini "jalur" ini kembali "memakan korban". Begitu menyedihkan peristwa tersebut sampai sampai Iwan Fals mengabadikannnya dalam sebuah lagu.


Tidak banyak orang tahu kalau di dekat "jalur maut" tersebut telah bersemayam jasad. seoramg penyebar agama Islam yang mastur. Keberadaan makam tersebut pada masa lalu sebenarnya sudah banyak diketahui oleh orang-orang tua asli kelahiran Bintaro. Namun setelah era 90am kesini nama makam keramat ini mulai banyak dilupakan orang apalagi setelah banyaknya pendatang.

Siapakah sebenarnya beliau ini ?

Dalam riwayat sementara yang saya peroleh, beberapa oramg asli disini menyebutnya KUMPI HASAN, Sedangkan berdasarkan info dari versi sahabat saya beliau bernama Kumpi Abdurrahman bin Ahmad bin Aria Jipang Jayakarta. Selain nama Abdurahman nama gelar lain beliau adalah Syekh Bintoro. Nama bintoro sendiri adalah untuk mengingatkan asal usul dari mana dia berada. Bintoro adalah nama monumental Kesultanan Demak Namun karena penyebutannya mengalami perubahan jadilah nama Bintaro yang lebih populer.

Beliau datang ke selatan jayakarta dalam rangka dakwah Islamiah. Artinya beliau ini adalah tokoh yang berjasa dalam berkembangnya Islam di Bintaro dan sekitarnya... Ada yang mengatakan kalau keberadaan beliau merupakan paku bagi daerah Bintaro dan sekitarnya oleh karena itu sudah selayaknya keberadaannya dipelihara dan dihormati oleh masyarakat. 

Bagi mereka yang mau berziarah, makam ini posisinya di jalan Asoka (RT DAN RW lihat di foto bawah) dan tidak jauh dari perlintasan pintu kereta api Bintaro-Ulu Jami...tidak semua orang tahu hanya beberapa saja...

https://www.facebook.com/iwan.raraumayWallahu A'lam Bisshowwab....

MELURUSKAN SEJARAH SITI HAJAR (IBUNDA NABI ISMAIL AS), BENARKAH BELIAU SEORANG BUDAK ???

https://www.facebook.com/iwan.raraumay
Setelah semalam saya menulis tentang Ummu Ibrahim atau Mariah Al Qibtiah istri Rasulullah SAW yang kemudian menimbulkan beberapa diskusi hangat (bahkan mungkin telah menimbulkan kekesalan sebagian sahabat fb saya karena menganggap saya telah menyerang “individu” yang selama ini mungkin menjadi panutan mereka), kini saya ingin mencoba lagi menulis tema sejarah yang tujuannya untuk meluruskan pemahaman kita akan sejarah itu sendiri (terutama yang menurut saya telah terdistorsi). Tema yang saya suguhkan ini masih berkaitan dengan "BUDAK". Insya Allah dalam setiap penulisan sejarah saya akan menuangkan apa adanya sesuai dengan rujukan yang saya miliki, sehingga nantinya tidak perlulah anda menilai saya telah menjatuhkan kredibilitas seseorang hanya karena berbeda pemikiran, justru karena saya cinta sesama muslim maka setiap muslim yang melakukan kekeliruan pemikiran harus kita ingatkan siapapun dia. 


Berbicara tentang judul diatas mungkin sebagian dari kita sejak masih kecil sudah sering ditanamkan oleh para guru ngaji atau beberapa penceramah bahwa salah satu leluhurnya Rasulullah SAW yaitu Ibunda SITI HAJAR merupakan BUDAK. Bahkan waktu saya kecil, beberapa buku sejarah Nabi sering menggambarkan SITI HAJAR dalam posisi yang benar-benar rendah (seolah kehadirannya tidak begitu penting dan hanya sekilas saja dalam kehidupan Nabi Ibrahim AS). Padahal dari dirinya nanti akan menurunkan seorang Nabi Besar yang bernama Ismail AS. Dari Nabi Ismail AS juga nanti akan menurunkan Nabi Akhir Zaman yaitu Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW. Dari Nabi Ismail AS juga nanti akan berdiri sebuah bangunan Monumental yaitu Kakbah kiblatnya ummat Islam dan munculnya air abadi yaitu ZAM-ZAM. Hijrahnya Siti Hajar bersama Ismail yang bayi nanti juga akan membawa perubahan besar pada kehidupan manusia selanjutnya. Nabi Ismail AS juga merupakan cikal bakal munculnya bangsa Arab. Peristiwa Nabi Ismail AS dan ibunya saat berhijrah juga nanti akan diabadikan pada ibadah haji, peristiwa lainnya yang tidak kalah monumental dengan munculnya peristiwa besar yang nanti diabadikan Allah dalam bentuk perayaan Idul Qurban (Idul Adha). 

Oleh karenanya dengan adanya kesalahfahaman kita akan sejarah SITI HAJAR bukan tidak mungkin kaum Yahudi yang selama ini banyak menentang ajaran Islam akan semakin pongah dan besar kepala karena menganggap Ibu Nabi Ismail AS ini merupakan seorang budak sedangkan Ibu Nabi Ishak AS yang merupakan leluhur Bani Israil merupakan seorang yang memiliki status sosial tinggi. Konyolnya lagi tidak sedikit orang Islam yang percaya dengan informasi seperti ini tanpa mau meneliti bacaan-bacaan yang ada.

Dalam sejarah Islam khususnya SEJARAH NABI-NABI pendapat yang mengatakan SITI HAJAR merupakan BUDAK seolah sudah merupakan “harga mati”. Saya sendiri sejak dulu merasa “risih” dengan pendapat ini, bukan karena saya merendahkan martabat seorang budak, tidak sama sekali ! apalagi sepengetahuan saya didalam sejarah Islam banyak juga dulu yang merupakan budak justru mampu memberikan warna kehidupan pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat seperti misalnya Bilal bin Rabah, Zaid bin Haritsah, Usamah bin Zaid, Tsauban bin Bujdad, Abu Kabsyah, Abu Rafi’, Abu Muwaihibdah, Ma’bur Al Qibti, Fadhalah, Rafi’, Safinah, Barokah Ummu Aiman, Maimunah binti Saad, dan masih banyak lagi yang lainnya. Apa yang saya lakukan semua murni demi mencari sebuah kebenaran. 

Dalam catatan sejarah, sebenarnya kedudukan seorang SITI HAJAR sudah pernah dibahas secara mendetail oleh Ibnu Katsir seorang pakar ilmu tafsir ternama. Dalam bukunya yang telah diterjemahkan oleh Pustaka Azzam (2006 : 179 - 180) dijelaskan bahwa pada suatu saat Nabi Ibrahim AS dan Siti Sarah memasuki sebuah negeri yang rajanya terkenal zalim. Sang raja yang mendengar bahwa ada seorang wanita yang dibawa Nabi Ibrahim AS dan terkenal akan kecantikannya kemudian menjadi tertarik, sehingga raja tersebut pun mengutus pasukannya untuk menanyakan kepada Nabi Ibrahim AS siapa gerangan wanita yang dibawanya itu. Nabi Ibrahim AS sendiri mengatakan kalau Siti Sarah adalah saudara perempuannya. Namun demikian Sarahpun kemudian digiring secara paksa untuk menemui sang raja, tetapi sebelum pergi, Nabi Ibrahim AS dan Siti Sarah melakukan wudhu dan sholat kemudian berdoa agar Allah SWT melindungi kehormatan dirinya dari raja yang kafir itu yang hendak menodai kesucian istri Nabi Ibrahim ini. Keajaiban terjadi, 3 atau 4 kali Siti Sarah dihadapkan kepada raja, Raja Zalim itu selalu berkata kepada pengawalnya, “KALIAN TIDAK MEMBAWAKAN UNTUKKU SESUATU KECUALI SETAN, KEMBALIKAN DIA KEPADA IBRAHIM DAN BERIKAN KEPADA HAJAR”. Pada halaman (2006 : 180 ) juga disebutkan bahwa keajaiban yang terjadi tersebut adalah Allah menutup pandangan mata sang raja terhadap keberadaan Siti Sarah. Keberadaan Siti Sarah dihadapan Raja hanya bisa dilihat oleh Nabi Ibrahim AS. Perlindungan Allah SWT kepada Siti Sarah ini telah dilihat langsung dengan mata kepala Nabi Ibrahim AS. Sehingga semakin menambah ketakwaan dirinya kepada Allah SWT...

Pasca kejadian yang luar biasa ini, raja yang sadar kalau Siti Sarah bukan merupakan wanita sembarangan, pada pertemuan yang terakhir mengatakan (sama seperti yang diatas) (2006 : 179) “KALIAN TIDAK MEMBAWA MANUSIA KEPADAKU, TETAPI MEMBAWA SYAITAN. JADIKANLAH DIA (SARAH) SEBAGAI BUDAK HAJAR”. Selanjutnya Siti Sarah setelah pertemuan ini mendatangi Nabi Ibrahim AS ketika beliau sedang mengerjakan Sholat. Lalu Nabi Ibrahim AS memberikan isyarat dengan tangannya, dan berkata, “bagaimana khabarnya ?”Siti Sarah menjawab, ‘Allah telah menolak tipu daya orang kafir dan aku ditugaskan untuk MENGABDI KEPADA HAJAR”.

Dari penjelasan diatas sudah jelas siapa sebenarnya SITI HAJAR dan bagaimana kedudukannya dihadapan SITI SARAH dan NABI IBRAHIM AS. 

Selain sudah mengetahui bagaimana kedudukan SITI HAJAR, dalam kehidupan NABI IBRAHIM AS dan SITI SARAH kita juga perlu tahu dimana sebenarnya letak negeri serta siapa raja zalim yang dimaksud, ini penting kita ketahui agar nantinya kita bisa mengetahui siapa sesungguhnya orang tua SITI HAJAR. Syaikh Shaffiyyurahman Al-Mubarakfuri Juara I penulisan Sirah Nabawiyah yang berasal dari Universitas Salafiah India dan nasabnya berasal dari Sahabat Ansor yaitu Abu Ayyub Al Ansory, dalam bukunya yang berjudul asli “Ar-Rahiq Al Makhtum Bahtsun Fis Siratin Nabawiyyati A’la Sahibiha Afdhalush Shalati Was Sallam” dan telah diterjemahkan Penerbit Ummul Qura (2013 ; 44) telah menuliskan secara gamblang tentang apa negeri dan siapa raja yang zalim tersebut. Menurut Syekh Shaffiyyudin Nabi Ibrahim AS dalam hijrahnya dari negeri Irak ke Haran atau Harran, termasuk pula ke Palestina, beliau telah menjadikan negeri itu sebagai basis dakwahnya. Nabi Ibrahim AS dalam dakwahnya banyak menyusuri negeri-negeri lainnya. Di Salah satu perjalanan tersebut beliau kemudian bertemu dengan FIR’AUN (RAJA MESIR KUNO). Istri Nabi Ibrahim AS yaitu SITI SARAH turut menemaninya. SITI SARAH merupakan wanita yang sangat cantik. Maka FIR’AUN itu hendak memasang siasat buruk terhadap istri Nabi Ibrahim AS ini. Namun, Siti Sarah berdoa kepada Allah SWT, sehingga Dia membalikan jerat yang dipasang raksasa itu kelehernya sendiri. Akhirnya raja yang zalim itu tahu bahwa SITI SARAH merupakan wanita yang soleha yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Karena itu, FIR’AUN kemudian menghadiahkan “PUTRINYA” yang bernama “HAJAR” untuk menjadi pembantu SITI SARAH, sebagai pengakuan atas keutamaan SARAH atau karena ia takut terhadap siksa Allah, Akhirnya kemudian SITI SARAH pun menikahkan Nabi IBRAHIM AS dengan Hajar. Dalam keterangan Ibnu Katsir yang lainnya (2006 ; 183) Siti Sarah saat mau menikahkan SITI HAJAR dan NABI IBRAHIM AS, beliau menyebut SITI HAJAR dengan panggilan “Ibuku” ini menandakan jika Siti Hajar mempunyai status sosial yang sama sekali tidak berkaitan dengan budak.

Kesimpulan dari penjelasan diatas ini adalah :

1.SITI HAJAR bukanlah BUDAK justru beliau merupakan putri seorang raja Mesir kuno yang bernama Fir’aun
2.SiTI HAJAR adalah Ibu Nabi Ismail AS yang merupakan cikal bakal lahirnya bangsa Arab
3.SITI HAJAR menikah justru atas restu Siti Sarah dan mendapatkan kedudukan yang sama status sosialnya dihadapan Nabi Ibrahim AS
4.Hijrahnya SITI HAJAR bukanlah dikarenakan statusnya yang dianggap sebagai budak, namun itu semata-mata perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS melalui peristiwa cemburunya Siti Sarah karena Hamilnya Siti Hajar.

SUMBER : 

1.Ibnu Katsir (Terj). Kisah Para Nabi, Jakarta : Penerbit Pustaka Azzam, 2006, hlm 179 – 183
2.Syekh Shafiyyudin Al Mubarakfuri. Sirah Nabawiyah, Jakarta : Penerrbit Ummul Qura, 2013, hlm 44 (juga terdapat di catatan kaki No 4)

Wallahu A'lam Bisshowwab.....