Senin, 10 Juli 2017

MENEMUKAN "ISTANANYA" PARA WALI MASTUR DI SELATAN KOTA JAKARTA


Berziarah pada hari ini seolah seperti mendapat "intan permata" yang tidak ternilai harganya. Perjalanan begitu mengesankan dan "mendebarkan".


Ya hari ini tanggal 9 Juli Bakda Zuhur, saya, istri dan salah satu sahabat setia saya yang merupakan trah Ki Bondan Kejawan (Sayyid Abdurahman Jumadil Kubro) melakukan napak tilas para wali mastur di selatan Jakarta. 



Mencari jejak para wali mastur bukanlah perkara mudah dikarenakan memang posisi beliau-beliau yang memang maunya seperti itu. Dalam pendataaan sejarah boleh dikatakan keberadaan "mereka" itu antara ada dan tiada. Namun bagi saya pribadi, keberadaan para wali mastur tetap harus dilacak agar kedepannya kita semua bisa menjadi manusia yang mau berterima kasih atas jasa-jasa dakwah Islamiah mereka. Ukuran mereka wali atau bukan itu tidak perlu diperdebatkan, lebih arifnya kalau itu kita serahkan kepada para ulama yang mengerti dunia kewalian, kita yang awam lebih baik sami'na wa atho'na.

Perjalanan ziarah hari ini adalah sebuah hal yang unik dan berkesan, karena saya membawa istri yang sedang hamil tua. Sempat saya khawatir namun demi rasa cinta kami terhadap para Wali Allah maka Bismillah semua kami jalani..Dan Alhamdulillah semua bisa berlangsung dengan lancar...

Alhamdulillah pada perjalanan yang berkesan ini saya menemukan makam-makam para wali yang tersembunyi yang nyaris tidak diketahui masyarakat, padahal keberadaan pemakaman itu cukup luas dan terbilang tua, makam tersebut terdapat di daerah Cipete tepatnya di Kuburan Wakaf jalan Haji Pi'i (tidak jauh dari Fly Over).

Salah satu makam yang membuat saya "bergetar" tatkala saya dan istri serta sahabat saya menemukan makam seorang Sayyid yang bernama Syekh Abdurahman bin Abdullah bin Abbas Al Jaelani..nama terakhir ini yang membuat saya terkaget-kaget...siapa sangka ada keturunan Syekh Abdul Qodir Jallani di tanah Betawi.

Menurut Guru sahabat saya di sekitar makam makam ini banyak terdapat wali-wali mastur. Sayyid Abdurahman sendiri merupakan penasehat Raden Kusuma Wijaya bin Pangeran Nitikusuma yang makamnya juga kami ziarahi. Pangeran Kusuma Wijaya sendiri nama lainnya adalah Kumpi Sinar. Kenapa dinamakan demikian ? Karena dengan dakwahnya beliau berhasil menyinari wilayah Cipete dan sekitarnya menjadi wilayah yang Islami dan religius yang sampai saat ini masih bertahan. Nama Nitikusuma sendiri mengingatkan saya kepada para Mujahid Besar kota Jakarta Bekasi Tangerang yaitu PITUAN PITULUNG (PITUNG). Pangeran Nitikusuma yang merupakan mujahid besar Jayakarta adalah leluhur Pitung.

Alhamdulillah....semoga ziarah hari ini membawa keberkahan bagi kita semua...amin...

MENEMUKAN MAKAM KRAMAT WALIYULLAH MASTUR (RADEN WANGSA, CUCU SULTAN TRENGGONO/SULTAN DEMAK ) DI SELATAN JAKARTA KAMPUNG PEKAYON KELURAHAN RAGUNAN

https://www.facebook.com/iwan.raraumay
Tidak ada yang menyangka kalau disebuah TPU Wakaf yang berada di daerah Pekayon RT 08 /RW 03 Kelurahan Ragunan Jakarta Selatan telah bersemayam jasad seorang Waliyullah mastur. Posisinya sebenarnya tidak jauh dari makam Kramat Pangeran Wiraguna. Makam TPU Pekayon ini bisa ditempuh melalui perempatan Koran Republika yang ke arah Ragunan....posisinya melewati plang makam Pangeran Wiraguna (sekitar 100 meter sebelah kiri).


Bagi masyarakat setempat khususnya sang pengurus makam, tidak diketahui siapa beliau yang dimakamkan disini. Namun Alhamdulilah berdasarkan informasi yang saya peroleh dari sahabat saya, beliau ini bernama Raden Wangsa. 

Raden Wangsa ini adalah cucu dari Sultan Trenggono/Sayyid Abdurrahman/Sultan Demak Bintoro. Beliau datang ke Jayakarta dalam rangka dakwah Islamiah. Sultan Trenggono sendiri hidup sekitar tahun 1480 - 1546 

Di wilayah selatan utamanya wilayah Jagakarsa, Ragunan dan sekitarnya memang yang saya ketahui banyak para penyebar agama Islam yang berasal dari keluarga Kesultanan Demak termasuk Raden Wangsa ini. 

Dalam kehidupannya, setelah lama berdakwah beliau wafat di daerah yang sekarang ini. Keturunannya sendiri banyak terdapat di wilayah Sunda. Mengenai keturunan Raden Wangsa di Sunda mungkin Kang Suranagara Ahmad punya keterangan yang bisa membantu saya.....

Beberapa tahun yang lalu sebenarnya makam ini banyak yang sering menziarahinya, namun setelah para sesepuh banyak yang wafat, makam ini mulai dilupakan orang. 

Sebagai seorang peziarah yang sering mendata dan mendokumentasikan sebuah situs makam, sebelum saya meninggalkan makam ini ada sebuah pertanyaan besar, "Kenapa diatas tanah makam beliau telah ditaruh ranjang tidur ?", "Apakah seorang Waliyullah seperti beliau pantas disimbolisasikan dengan hal seperti ini ?"

Entahlah.....

Wallahu A'lam Bisshowwab....

MENEMUKAN SITUS MAKAM TUA KRAMAT MILIK WANITA SHOLEHAH DI PONDOK LABU YANG BERADA DI DALAM RUMAH..


Jakarta seolah tidak habis akan adanya situs makam dari orang-orang terdahulu yang mempunyai pengaruh pada masyarakat. Kali ini dalam wisata ziarah dan sejarah kembali saya menemukan sebuah makam tua yang tersembunyi. Tidak tanggung tanggung, makam ini terdapat di dalam rumah !


Dalam perjalanan menemukan makam ini kembali saya dihadapkan akan ketidaktahuan masyarakat terutama yang berada di kiri kanan tempat beradanya makam, bahkan ada yang katanya tinggal puluhan tahun namun baru mendengar adanya makam keramat di daerahnya. Makam ini posisinya berada tidak jauh dari seberang masjid pondok labu atau tepatnya berada di jalan Raya Fatmawati No. 5 Kelurahan Pondok Labu Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan (posisi makam berada samping tukang minyak wangi). Makam ini sebenarnya sangat mudah untuk diziarahi namun karena informasinya sangat minim maka dibilang gampang gampang susah untuk menemukannya.

Dimana ada usaha disitu ada jalan. Nasib baik masih berfihak kepada saya, secara kebetulan saya bertemu dengan seorang yang ternyata keturunan dari shohibul maqom. Sempat dia heran dan memandangi wajah saya, mungkin dia heran darimaña saya tahu informasi makam tersembunyi milik leluhurnya. Tapi setelah saya jelaskan kalau tujuan saya hanya untuk ziarah dan penelitian sejarah barulah wajahnya tersenyum.

Setelah dapat petunjuk dari keturunan shohibul maqom sayapun bergerak kearah yang dituju, tanpa diduga ternyata keberadaan makam ini ada di dalam rumah penduduk ! Untungnya si pemilik rumah mengizinkan saya untuk berziarah. Suasana sekitar makam sangat bersih dan terawat. Dahulu yang menjaga makam ini seorang wanita tua yang bernama Nyai Banding (kalau tidak salah), kini beliau sudah wafat. Saat ini sekitar makam adalah tempat kos, dahulunya disekitar makam adalah kebun...perubahan zaman menjadikan makam terhimpit bangunan sana sini..

Dalam cerita yang saya peroleh sementara ini, makam ini adalah milik seoramg wanita yang sholehah bernama NYAI SITI AMBARWATI. Dahulunya disekitar makam beliau banyak terdapat pohon labu sehingga dikarenakan banyak tanaman labu, dan pemiliknya merupakan seorang tokoh karismatik yang tinggal dirumah yang dikelilingi pohon labu, dan pada waktu itu juga sering menjadi tempat persinggahan para tokoh agama serta beberapa masyarakat lainnya, maka dinamakanlah daerah ini menjadi Pondok Labu.

https://www.facebook.com/iwan.raraumay

Wallahu A'lam Bisshowwab......

BERZIARAH KE MAKAM KRAMAT TERTUA DI BINTARO, MAKAM YANG BERDEKATAN DENGAN "JALUR MAUT" TRAGEDI BINTARO


Menziarahi makam ini terasa lain nuansanya, karena posisinya mengingatkan kita akan tragedi besar Kereta Api Bintaro di tahun 1987 (kalau tidak salah) yang banyak memakan korban. Bahkan belum lama ini "jalur" ini kembali "memakan korban". Begitu menyedihkan peristwa tersebut sampai sampai Iwan Fals mengabadikannnya dalam sebuah lagu.


Tidak banyak orang tahu kalau di dekat "jalur maut" tersebut telah bersemayam jasad. seoramg penyebar agama Islam yang mastur. Keberadaan makam tersebut pada masa lalu sebenarnya sudah banyak diketahui oleh orang-orang tua asli kelahiran Bintaro. Namun setelah era 90am kesini nama makam keramat ini mulai banyak dilupakan orang apalagi setelah banyaknya pendatang.

Siapakah sebenarnya beliau ini ?

Dalam riwayat sementara yang saya peroleh, beberapa oramg asli disini menyebutnya KUMPI HASAN, Sedangkan berdasarkan info dari versi sahabat saya beliau bernama Kumpi Abdurrahman bin Ahmad bin Aria Jipang Jayakarta. Selain nama Abdurahman nama gelar lain beliau adalah Syekh Bintoro. Nama bintoro sendiri adalah untuk mengingatkan asal usul dari mana dia berada. Bintoro adalah nama monumental Kesultanan Demak Namun karena penyebutannya mengalami perubahan jadilah nama Bintaro yang lebih populer.

Beliau datang ke selatan jayakarta dalam rangka dakwah Islamiah. Artinya beliau ini adalah tokoh yang berjasa dalam berkembangnya Islam di Bintaro dan sekitarnya... Ada yang mengatakan kalau keberadaan beliau merupakan paku bagi daerah Bintaro dan sekitarnya oleh karena itu sudah selayaknya keberadaannya dipelihara dan dihormati oleh masyarakat. 

Bagi mereka yang mau berziarah, makam ini posisinya di jalan Asoka (RT DAN RW lihat di foto bawah) dan tidak jauh dari perlintasan pintu kereta api Bintaro-Ulu Jami...tidak semua orang tahu hanya beberapa saja...

https://www.facebook.com/iwan.raraumayWallahu A'lam Bisshowwab....

MELURUSKAN SEJARAH SITI HAJAR (IBUNDA NABI ISMAIL AS), BENARKAH BELIAU SEORANG BUDAK ???

https://www.facebook.com/iwan.raraumay
Setelah semalam saya menulis tentang Ummu Ibrahim atau Mariah Al Qibtiah istri Rasulullah SAW yang kemudian menimbulkan beberapa diskusi hangat (bahkan mungkin telah menimbulkan kekesalan sebagian sahabat fb saya karena menganggap saya telah menyerang “individu” yang selama ini mungkin menjadi panutan mereka), kini saya ingin mencoba lagi menulis tema sejarah yang tujuannya untuk meluruskan pemahaman kita akan sejarah itu sendiri (terutama yang menurut saya telah terdistorsi). Tema yang saya suguhkan ini masih berkaitan dengan "BUDAK". Insya Allah dalam setiap penulisan sejarah saya akan menuangkan apa adanya sesuai dengan rujukan yang saya miliki, sehingga nantinya tidak perlulah anda menilai saya telah menjatuhkan kredibilitas seseorang hanya karena berbeda pemikiran, justru karena saya cinta sesama muslim maka setiap muslim yang melakukan kekeliruan pemikiran harus kita ingatkan siapapun dia. 


Berbicara tentang judul diatas mungkin sebagian dari kita sejak masih kecil sudah sering ditanamkan oleh para guru ngaji atau beberapa penceramah bahwa salah satu leluhurnya Rasulullah SAW yaitu Ibunda SITI HAJAR merupakan BUDAK. Bahkan waktu saya kecil, beberapa buku sejarah Nabi sering menggambarkan SITI HAJAR dalam posisi yang benar-benar rendah (seolah kehadirannya tidak begitu penting dan hanya sekilas saja dalam kehidupan Nabi Ibrahim AS). Padahal dari dirinya nanti akan menurunkan seorang Nabi Besar yang bernama Ismail AS. Dari Nabi Ismail AS juga nanti akan menurunkan Nabi Akhir Zaman yaitu Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW. Dari Nabi Ismail AS juga nanti akan berdiri sebuah bangunan Monumental yaitu Kakbah kiblatnya ummat Islam dan munculnya air abadi yaitu ZAM-ZAM. Hijrahnya Siti Hajar bersama Ismail yang bayi nanti juga akan membawa perubahan besar pada kehidupan manusia selanjutnya. Nabi Ismail AS juga merupakan cikal bakal munculnya bangsa Arab. Peristiwa Nabi Ismail AS dan ibunya saat berhijrah juga nanti akan diabadikan pada ibadah haji, peristiwa lainnya yang tidak kalah monumental dengan munculnya peristiwa besar yang nanti diabadikan Allah dalam bentuk perayaan Idul Qurban (Idul Adha). 

Oleh karenanya dengan adanya kesalahfahaman kita akan sejarah SITI HAJAR bukan tidak mungkin kaum Yahudi yang selama ini banyak menentang ajaran Islam akan semakin pongah dan besar kepala karena menganggap Ibu Nabi Ismail AS ini merupakan seorang budak sedangkan Ibu Nabi Ishak AS yang merupakan leluhur Bani Israil merupakan seorang yang memiliki status sosial tinggi. Konyolnya lagi tidak sedikit orang Islam yang percaya dengan informasi seperti ini tanpa mau meneliti bacaan-bacaan yang ada.

Dalam sejarah Islam khususnya SEJARAH NABI-NABI pendapat yang mengatakan SITI HAJAR merupakan BUDAK seolah sudah merupakan “harga mati”. Saya sendiri sejak dulu merasa “risih” dengan pendapat ini, bukan karena saya merendahkan martabat seorang budak, tidak sama sekali ! apalagi sepengetahuan saya didalam sejarah Islam banyak juga dulu yang merupakan budak justru mampu memberikan warna kehidupan pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat seperti misalnya Bilal bin Rabah, Zaid bin Haritsah, Usamah bin Zaid, Tsauban bin Bujdad, Abu Kabsyah, Abu Rafi’, Abu Muwaihibdah, Ma’bur Al Qibti, Fadhalah, Rafi’, Safinah, Barokah Ummu Aiman, Maimunah binti Saad, dan masih banyak lagi yang lainnya. Apa yang saya lakukan semua murni demi mencari sebuah kebenaran. 

Dalam catatan sejarah, sebenarnya kedudukan seorang SITI HAJAR sudah pernah dibahas secara mendetail oleh Ibnu Katsir seorang pakar ilmu tafsir ternama. Dalam bukunya yang telah diterjemahkan oleh Pustaka Azzam (2006 : 179 - 180) dijelaskan bahwa pada suatu saat Nabi Ibrahim AS dan Siti Sarah memasuki sebuah negeri yang rajanya terkenal zalim. Sang raja yang mendengar bahwa ada seorang wanita yang dibawa Nabi Ibrahim AS dan terkenal akan kecantikannya kemudian menjadi tertarik, sehingga raja tersebut pun mengutus pasukannya untuk menanyakan kepada Nabi Ibrahim AS siapa gerangan wanita yang dibawanya itu. Nabi Ibrahim AS sendiri mengatakan kalau Siti Sarah adalah saudara perempuannya. Namun demikian Sarahpun kemudian digiring secara paksa untuk menemui sang raja, tetapi sebelum pergi, Nabi Ibrahim AS dan Siti Sarah melakukan wudhu dan sholat kemudian berdoa agar Allah SWT melindungi kehormatan dirinya dari raja yang kafir itu yang hendak menodai kesucian istri Nabi Ibrahim ini. Keajaiban terjadi, 3 atau 4 kali Siti Sarah dihadapkan kepada raja, Raja Zalim itu selalu berkata kepada pengawalnya, “KALIAN TIDAK MEMBAWAKAN UNTUKKU SESUATU KECUALI SETAN, KEMBALIKAN DIA KEPADA IBRAHIM DAN BERIKAN KEPADA HAJAR”. Pada halaman (2006 : 180 ) juga disebutkan bahwa keajaiban yang terjadi tersebut adalah Allah menutup pandangan mata sang raja terhadap keberadaan Siti Sarah. Keberadaan Siti Sarah dihadapan Raja hanya bisa dilihat oleh Nabi Ibrahim AS. Perlindungan Allah SWT kepada Siti Sarah ini telah dilihat langsung dengan mata kepala Nabi Ibrahim AS. Sehingga semakin menambah ketakwaan dirinya kepada Allah SWT...

Pasca kejadian yang luar biasa ini, raja yang sadar kalau Siti Sarah bukan merupakan wanita sembarangan, pada pertemuan yang terakhir mengatakan (sama seperti yang diatas) (2006 : 179) “KALIAN TIDAK MEMBAWA MANUSIA KEPADAKU, TETAPI MEMBAWA SYAITAN. JADIKANLAH DIA (SARAH) SEBAGAI BUDAK HAJAR”. Selanjutnya Siti Sarah setelah pertemuan ini mendatangi Nabi Ibrahim AS ketika beliau sedang mengerjakan Sholat. Lalu Nabi Ibrahim AS memberikan isyarat dengan tangannya, dan berkata, “bagaimana khabarnya ?”Siti Sarah menjawab, ‘Allah telah menolak tipu daya orang kafir dan aku ditugaskan untuk MENGABDI KEPADA HAJAR”.

Dari penjelasan diatas sudah jelas siapa sebenarnya SITI HAJAR dan bagaimana kedudukannya dihadapan SITI SARAH dan NABI IBRAHIM AS. 

Selain sudah mengetahui bagaimana kedudukan SITI HAJAR, dalam kehidupan NABI IBRAHIM AS dan SITI SARAH kita juga perlu tahu dimana sebenarnya letak negeri serta siapa raja zalim yang dimaksud, ini penting kita ketahui agar nantinya kita bisa mengetahui siapa sesungguhnya orang tua SITI HAJAR. Syaikh Shaffiyyurahman Al-Mubarakfuri Juara I penulisan Sirah Nabawiyah yang berasal dari Universitas Salafiah India dan nasabnya berasal dari Sahabat Ansor yaitu Abu Ayyub Al Ansory, dalam bukunya yang berjudul asli “Ar-Rahiq Al Makhtum Bahtsun Fis Siratin Nabawiyyati A’la Sahibiha Afdhalush Shalati Was Sallam” dan telah diterjemahkan Penerbit Ummul Qura (2013 ; 44) telah menuliskan secara gamblang tentang apa negeri dan siapa raja yang zalim tersebut. Menurut Syekh Shaffiyyudin Nabi Ibrahim AS dalam hijrahnya dari negeri Irak ke Haran atau Harran, termasuk pula ke Palestina, beliau telah menjadikan negeri itu sebagai basis dakwahnya. Nabi Ibrahim AS dalam dakwahnya banyak menyusuri negeri-negeri lainnya. Di Salah satu perjalanan tersebut beliau kemudian bertemu dengan FIR’AUN (RAJA MESIR KUNO). Istri Nabi Ibrahim AS yaitu SITI SARAH turut menemaninya. SITI SARAH merupakan wanita yang sangat cantik. Maka FIR’AUN itu hendak memasang siasat buruk terhadap istri Nabi Ibrahim AS ini. Namun, Siti Sarah berdoa kepada Allah SWT, sehingga Dia membalikan jerat yang dipasang raksasa itu kelehernya sendiri. Akhirnya raja yang zalim itu tahu bahwa SITI SARAH merupakan wanita yang soleha yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Karena itu, FIR’AUN kemudian menghadiahkan “PUTRINYA” yang bernama “HAJAR” untuk menjadi pembantu SITI SARAH, sebagai pengakuan atas keutamaan SARAH atau karena ia takut terhadap siksa Allah, Akhirnya kemudian SITI SARAH pun menikahkan Nabi IBRAHIM AS dengan Hajar. Dalam keterangan Ibnu Katsir yang lainnya (2006 ; 183) Siti Sarah saat mau menikahkan SITI HAJAR dan NABI IBRAHIM AS, beliau menyebut SITI HAJAR dengan panggilan “Ibuku” ini menandakan jika Siti Hajar mempunyai status sosial yang sama sekali tidak berkaitan dengan budak.

Kesimpulan dari penjelasan diatas ini adalah :

1.SITI HAJAR bukanlah BUDAK justru beliau merupakan putri seorang raja Mesir kuno yang bernama Fir’aun
2.SiTI HAJAR adalah Ibu Nabi Ismail AS yang merupakan cikal bakal lahirnya bangsa Arab
3.SITI HAJAR menikah justru atas restu Siti Sarah dan mendapatkan kedudukan yang sama status sosialnya dihadapan Nabi Ibrahim AS
4.Hijrahnya SITI HAJAR bukanlah dikarenakan statusnya yang dianggap sebagai budak, namun itu semata-mata perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS melalui peristiwa cemburunya Siti Sarah karena Hamilnya Siti Hajar.

SUMBER : 

1.Ibnu Katsir (Terj). Kisah Para Nabi, Jakarta : Penerbit Pustaka Azzam, 2006, hlm 179 – 183
2.Syekh Shafiyyudin Al Mubarakfuri. Sirah Nabawiyah, Jakarta : Penerrbit Ummul Qura, 2013, hlm 44 (juga terdapat di catatan kaki No 4)

Wallahu A'lam Bisshowwab.....

MELURUSKAN PANDANGAN DR. KHOLID BASALAMAH TENTANG KEDUDUKAN SALAH SATU ISTRI NABI (MARIAH AL QIBTIYAH, IBU DARI SAYYID IBRAHIM)

https://www.facebook.com/iwan.raraumay
Dalam sebuah tayangan di Youtube saya mendapati adanya sebuah pendapat yang menurut saya harus segera diluruskan, karena kalau tidak segera diluruskan saya khawatir akan timbul kesalahfahaman yang sangat besar apalagi terhadap mereka yang buta akan sejarah Nabi dan Keluarganya.


Salah satu pandangan yang harus diluruskan adalah pendapat dari DR. Kholid Basalamah tentang "KEDUĎUKAN SEORANG BUDAK" dimana dalam salah satu sesi tanya jawab di majelisnya dia berani mengatakan kalau MARIAH AL QIBTIYAH yang merupakan Ibu dari Ibrahim adalah seorang "BUDAK" sehingga Rasulullah SAW sendiri tidak pernah menikahinya seperti layaknya Nabi menikahi istri-istri yang lain. Akibatnya karena tidak menikahinya secara layak maka anaknya dinasabkan kepada ibunya (Ummu Walad). 

Terkesan seolah pendapat ini benar padahal dibalik itu ada sesuatu yang mengerikan, karena secara tidak langsung Dr. Kholid Basalamah telah berani menyatakan kalau Nabi Muhammad SAW telah berzinah ! karena Ibrahim lahir bukan dari pernikahan yang sah ! Karena katanya dia lahir dari seorang budak. Bisa dibayangkan betapa berbahayanya pendapat ini kalau ummat mengikutinya, apalagi pada kondisi sekarang ini. 

Benarkah Dr. Kholid Basalamah yang saya ketahui leluhurnya di Hadramaut Yaman banyak yang merupakan ahli sufi mengatakan seperti ini ?

Ah daripada ribet, saya mau mencoba menjawab melalui kajian sejarah sajalah, karena bidang ini lebih terasa obyektif dan faktual serta nihil kepentingan.

Dalam sebuah buku tebal yang terdiri dari 1227 halaman dan ditulis oleh HMH AL HAMID AL HUSAINI yang berjudul "RUMAH TANGGA NABI MUHAMMAD SAW" PENERBIT HIDAYAH BANDUNG TAHUN 2009 khususnya Halaman 275 pada Footnote 1, dinyatakan bahwa kedudukan Ummu Ibrahim atau Mariah Al Qibtiah adalah SARRIYAT atau ISTRI SAH menurut Syara', tetapi tidak berstatus resmi sebagai istri sepenuhnya karena pada masa itu beliau merupakan pemberian dari Raja Mesir saat itu. Kedudukan sosial masyarakat pada waktu itu memang sering menyamatarakan antara Wanita hasil hadiah dengan budak, padahal banyak wanita dari hadiah itu orang-orang merdeka.

Pada halaman 278 HMH Al Hamid Al Husaini juga kembali menegaskan bahwa Rasulullah SAW ketika diberi hadiah wanita oleh Raja Mesir beliau memilih Mariah Al Qibtiah untuk dinikahi. Sedangkan saudara Mariah yang bernama Sirin dinikahi oleh Hasan bin Tsabit. Rasulullah SAW jelas tidak menikahi kedua adik kakak tersebut karena Islam memang melarang. Perhatikan kata "dinikahi".

Perlu saya tegaskan sekali lagi status Mariah Al Qibtiaj bukanlah budak, justru ia merupakan penghuni istana RAJA MESIR yang mempunyai KEDUDUKAN TINGGI (lihat di halaman 277 pada buku yang saya maksud). Artinya Raja Mesir mengirimkan seorang wanita yang bukan sembarangan. Wanita yang dikirim adalah wanita yang terbaik sebab Raja Mesir mengetahui bagaimana kedudukan seorang Nabi Muhammad SAW dimata masyarakat Madinah dan Mekkah. 

Di Halaman 282 HMH semakin memperkokoh status Mariah Al Qibtiah dengan menulis bahwa Kaum Muslimin di Madinah sangat bergembira ria menyambut kehadiran seorang PUTRA NABI yang lahir dari kandungan wanita yang berdarah MESIR (QIBTI). PERHATIKAN KALIMAT "PUTRA NABI".

Halaman 283 - 284 kembali ditulis : Mariah melahirkan PUTRA RASULULLAH SAW pada bulan Dzulhijjah dan disambut dengan suka cita oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW Kemudian memberi nama anak tersebut dengan nama LELUHURNYA yaitu IBRAHIM. Rasul berharap Ibrahim kelak menjadi PENYAMBUNG KETURUNAN BELIAU. Dari sisi penamaan leluhur saja sudah membuktikan bagaimana kedudukan anak seorang Mariah Al Qibtiah. 

Di halaman yang sama dengan lahirnya putra Rasulullah SAW yang bernama Ibrahim, sekaligus membuktikan kebohongan orang orang yang permah mengecam Kanjemg Rasul sebagai PRIA YANG TERPUTUS KETURUNANNYA.

Dalam usia 60 tahun dam setelah 20 tahun lebih dari kelahiran Fatimaha Azzahra baru kali ini ada seorang ISTRI RASULULLAH SAW yang melahirkan PUTRA bagi beliau. 

Kesimpulan. 

1.Mariah Al Qibtiah atau Ummu Ibrahim adalah istri yang dinikahi secara SAH !!!

2. Mariah Al Qibtiah bukanlah seorang budak tapi dia wanita dari kalangan terhomat !

3. Ibrahim nasabnya di bin kan Kepada Rasulullah SAW bukan kepada ibunya.

Kepada Dr. Kholid saya berharap anda merevisi dan menarik kalimat anda yang mengatakan : "Rasulullah menggauli Mariah Qibtiah hingga lahir Ibrahim dengan tidak menikahinya karena dia seorang budak". Ini adalah kalimat menyakitkan dan tidak masuk akal ! Betul-betul saya tidak habis fikir dengan kata-kata anda ini. 

Semoga Allah memberikan anda pencerahan dan bisa mengikuti jejak-jejak datuk anda yang banyak berhubungan baik dengan keturunan Rasulullah SAW. Dan semoga anda bisa lebih banyak mendalami sejarah keluarga Rasululullah SAW yang sesungguhnya....

BERZIARAH KE MUJAHID DAN ULAMA JAYAKARTA.. PANGERAN ABDULLAH/KI JAGAD ANGIN


Situs makam yang satu ini saya jamin tidak mudah untuk menemukannya...bukan karena makam ini ada di tempat tersembunyi seperti di dalam rumah atau di dalam kebun. Justru keberadaannya persis di pinggir jalan. Tapi walaupun berada di pinggir jalam bahkan di jalur strategis, bangunannya tertutup tembok. Terkesan makam ini seperti tempat sampah. Tapi siapa sangka dibalik tembok yang lusuh ada sebuah makam penting yang tersembunyi. Kalau melihat posisinya, makam ini sepertinya pernah mau digusur tapi tidak berhasil.

Saya mengerahui makam ini dari salah satu sahabat yang pernah berziarah bersama mursyidnya di tahun 2008. Menurutnya makam ini erat kaitannya dengan keluarga besar Kesultanam Demak yang ada di Jayakarta. Sehingga sangat pantas menurutnya kalau saya menziarahi makam beliau ini. Makam beliau sendiri berada di jalan TANJUNG BARAT LAMA, JAKARTA SELATAN tepatnya berada di samping kampus TAMA JAGAKARSA (perempatan rel kereta api tanjung barat). Kiri kanan makam terdapat restoran dan toko material. 

Siapa beliau sebenarnya ? 

Beliau berasal dari Jipang Pulorogo (Kini daerah Slipi, Palmerah dan sekitarnya). Leluhurnya adalah Aria Jipang Jayakarta. Beliau hijrah dari Palmerah ke Jagakarsa karena dikejar-kejar penjajah Belanda. Harta bendanya yang ada di Palmetah pasca beliau hijrah dirampas penjajah. Namun demikian beliau masih tetap gigih melawan penindasan penjajah kafir Harbi. Di Jagakarsa sendiri yang saya ketahui memang banyak keluarga dari Kesultanan Demak yang hijrah dari wilayah Barat Jayakarta seperti daerah Slipi, Palmerah, Senajayaan (Senayan), Kemandoran, Kemanggisan, Rawa Belong dan sekitarnya...

Memasuki makam ini seolah seperti memasuki "lorong waktu". Kondisinya gelap padahal di siang hari, makam juga kotor dan banyak sarang laba-laba, diatas makam saya lihat ada sejadah dan lampu tempel zaman dulu yang sudah lusuh, ini menandakan kalau makam ini sudah lama sekali tidak diziarahi. Saya harus jongkok untuk masuk ke dalamnya karena atap makam dibuat pendek. Tapi saya merasa kalau suasana makam cukup "dingin" dan "bersahabat". Aneh....suasana seolah sunyi... Wallahu A'lam...

Saya sangat berharap kalau suatu saat makam ini bisa direnovasi oleh mereka yang punya rezeki lebih karena ini adalah situs makam tokoh Jakarta tempo dulu yang patut dihargai.......Insya Allah...