Senin, 20 Juni 2016

100 TOKOH ZUHUD YANG "MENGGETARKAN DAN MENGGUNCANGKAN" PENDUDUK LANGIT

Sebelum kita mengetahui siapa-siapa saja yang dikenal sangat zuhud dalam hidupnya, kita perlu mengetahui dulu apa itu istilah Zuhud. Tentu setiap ulama yang menjalani kehidupan zuhud, mempunyai pendapat yang berbeda tentang konsep hidup seperti ini. Bisa jadi banyak dari kita yang tidak bisa memahami secara hakekat perkataan mereka itu hingga akhirnya terjadi salah tafsir. Banyak dari bahasa dan tulisan mereka yang kadang orang-orang yang Arif yang harus menjelaskannya. Karena belum tentu apa yang kita fahami sama dengan apa yang mereka maksud. Oleh karena itu untuk tidak salah tafsir, mungkin kita bisa mengambil pendapat yang umum dan bisa kita cerna dengan mudah.
Kehidupan zuhud memang merupakan sesuatu yang unik. Tidak banyak orang yang bisa memahami pola kehidupan seperti ini, apalagi pada masa sekarang. Kalaupun ada itu sangat jarang kita lihat. Yang ironis mereka kadang dianggap aneh. Namun Sekalipun sedikit bagi mereka yang menjalani kehidupan zuhud ini, adalah “mutiara” bagi ummat yang berada disekitarnya. Memang berdasarkan sejarah yang kami baca, mereka yang melakukan kehidupan zuhud banyak merupakan orang-orang besar, yang sudah tentu para Nabi dan Rasul kemudian disusul para sahabat Nabi, kemudian Tabi Tabi’in dan seterusnya. Mereka ada yang dikenal namun banyak juga yang tidak terkenal, bahkan banyak dari mereka menyembunyikan “jati dirinya” agar bisa “bermesra-mesraan” dengan Allah SWT tanpa ada yang “mengganggu”. Jika melihat kehidupan mereka ini, hampir dapat dipastikan bahwa mereka ini adalah memang merupakan orang-orang pilihan Allah SWT.
Untuk tidak berpanjang kata, marilah kita baca apa yang dimaksud dengan Zuhud itu dari beberapa ulama-ulama besar.
PERKATAAN ULAMA TENTANG ZUHUD
Sufyan Ast-Tsauri mengatakan : “Zuhud terhadap duniawi adalah pendek harapan untuk hidup.”
Ibnu Mubarok berkata : “Zuhud” adalah Yakin kepada Allah SWT disertai cinta kepada kefakiran.”
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata : “Zuhud adalah meninggalkan hal-hal yang menyibukkan sehingga lupa kepada Allah SWT’.”
Junaid mengatakan : “Zuhud adalah memandang remeh duniawi dan menghapus pengaruhnya dari hati.”
Abdul Wahid bin Zaid berkata : “Zuhud adalah meninggalkan dinar dan dirham.”
Abu Ahmad berkata : “Zuhud adalah meninggalkan duniawi, kemudian tidak peduli siapa yang mengambilnya.”
Imam Ahmad berkata : “Zuhud ada tiga macam : Pertama, meninggalkan perkara haram, dan ini adalah zuhudnya orang awam. Kedua, meninggalkan perkara halal yang tidak berguna, dan ini adalah zuhudnya orang khas. Ketiga, meninggalkan hal-hal yang menyibukkan seorang hamba sehingga melupakan Allah, dan ini adalah zuhudnya orang-orang yang Arif.”
Pendapat lain mengatakan : “Zuhud adalah menatap dunia dengan mata kelenyapan.”
Pendapat lain mengatakan : “Zuhud adalah mengosongkan kalbu dari apa yang tidak dipegang di tangan.”
Pendapat lain mengatakan : “Zuhud adalah mengasingkan diri dari duniawi tanpa bersusah payah memaksakan diri.”
Pendapat lain mengatakan : “Zuhud tidak merasa senang karena mendapat duniawi, dan tidak sedih karena kehilangannya.”
Kesimpulannya dari sekian pendapat ulama, Zuhud dapat dikatakan merupakan cara hidup yang sederhana, apa adanya, tidak neko-neko, ikhlas mengalir seperti air yang kesemuanya itu tujuannya adalah melakukan “pendekatan khusus” diri kepada Allah. Sekalipun berkecukupan, bukan berarti kehidupan dunia seperti Harta, Tahta, Wanita membuat mereka terbelenggu. Intinya mereka ini tidak ingin “terpenjara” dengan hal-hal yang bisa “melupakan” hubungan dirinya dengan Allah SWT.
Diantara mereka adalah sbb :
1.Nabi Muhammad SAW (Wafat tahun 11 Hijriah/633 M) : 
-Beliau menjadi Nabi saat Adam AS masih berbentuk air dan tanah liat.
-Kalau anda ingin membuat hari anda menjadi hari besar, maka hendaknya bersama Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW. 
-Banyak karya tulis menyoroti kehidupan beliau, dan itu merupakan buah karya yang paling indah, tetapi ia tidak lebih dari setetes air di samudra realitas. 
-Bukan sejarah yang memuliakan Nabi SAW dengan pujiannya, tetapi sejarahlah yang menjadi mulia karena menyebut Nabi SAW.
-Beliau adalah “Telingan Kebaikan” yang menerima kiriman hidayah terakhir dari langit untuk bumi.

2. Nabi Dawud AS (wafat tahun 1.014 SM) : 
-Allah SWT menggandengkan kenabian dan kekuasaan baginya.
-Allah SWT memberinya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.
-Bersama beliau burung dan gunung bertasbih
-manusia yang paling merdu suaranya.

3.Nabi Isa AS (diangkat ke langit pada tahun 30 M):
-Bayi yang tidak menangis saat menyongsong kehidupan.
-Nabi yang berbicara sewaktu dalam buaian.
-Nabi yang pertama diangkat ke langit dalam keadaan hidup.

4.Abu Bakar Ash-Shiddiq RA (wafat tahun 13 H/634 M) :
-Umat Nabi yang paling penyayang setelah Nabi SAW.
-Seorang laki laki yang dibisikkan takdir.
-Kekhalifahan beliau menjadi tonggak pertama kehancuran kerajaan Persia dan Romawi.
-Tidak mengejar kepemimpinan, tetapi kepemimpinan yang mengejarnya
-Salah satu madrasah iman.

5.Umar bin Khattab RA (wafat tahun 23 H/644 M) :
-Kata-kata beliau lebih menakutkan daripada pedang raja.
-Dilahirkan oleh umat manusia, dan ditempa oleh Islam.
-Manusia paling adil sesudah para Nabi.
-Yang pertama lapar saat rakyat lapar, dan yang terakhir saat mereka kenyang.

6.Utsman bin Affan RA (wafat tahun 35 H/656 M) :
-Para malaikat malu kepadanya.
-Membeli surga dua kali.
-Tidak ada yang menikahi dua putri seorang Nabi selain beliau.
-Yang pertama membawa hijrah keluarganya setelah Nabi Luth AS.

7.Ali bin Abu Thalib RA ( wafat tahun 40 H/661 M) :
-Prajurit tempur yang dilahirkan oleh sejarah dari mihrab Islam.
-Yang berbolak balik di ranjang Iman.
-Kedudukannya di hadapan Nabi SAW seperti kedudukan Harun AS dihadapan Musa AS.
-Murid pertama dalam madrasah Islam.

8.Umar bin Abdul Aziz RA (wafat tahun 101 H/720 M)
-Memintal pakaian dari benang zuhud yang belum pernah dikenakan oleh orang.
-Bersinggasana di atas tikar.
-Menolak masuk kedalam sejarah dari pintu kerajaan, dan memilih masuk dari pintu zuhud dan keadilan.

9.Ustman bin Mazh’un RA ( wafat tahun 2 H/624 M) :
-Seorang yang ditangisi dan dicium Nabi SAW.
-Mengalahkan dunia dengan pakaian bertambal.
-Ruhnya lebih dahulu “terbang” ke surga sebelum jasadnya.

10.Mush’ab bin Umair RA (wafat tahun 3 H/625 M)
-Ia tidak menduga bahwa sejarah akan menuturkan kisahnya kepada generasi sesudahnya.
-Seorang pemuda yang namanya tertulis dalam daftar orang orang abadi.
-Suara hatinya adalah “cinta Allah dan Rasul-NYa”.
-Salah seorang Pahlawan Keimanan.

11.Abu ‘Ubaidah bin Jarrah RA (wafat tahun 18 H/639 M) :
-Seorang yang dididik oleh Malaikat.
-Gigi-giginya lebih dahulu ke surga.
-Seorang Amir yang sekiranya anda melihatnya, maka anda pasti menyedekahinya.

12.Muadz bin Jabal RA (wafat tahun 18 H/639 M) :
-Bercelak mata denga melihat Nabi SAW.
-Dilebur oleh Islam dalam wadah peleburan Iman.
-Mengkhatamkan Al-Qur’an di hadapan Nabi SAW.
-Cintanya bersemi di hati SAW.

13.Sa’id bin Amir Al Jumahi RA (wafat tahun 20 H/641 :
-Contoh mengagumkan dari pakar keimanan dan simbol zuhud.
-Amir yang namanya dicatat sejarah dalam daftar orang-orang fakir 
-Keutamaan dan kebaikannya bersembunyi dibalik kesederhanaannya, kelembutan hatinya, pakaian yang biasa, dan pribadi yang tidak menonjolkan diri.
-Menggabungkan zuhud Nabi SAW , wara Abu Bakar Ram dan keadilan Umar RA dalam lembaran riwayat hidupnya.

14.Umair bin Sa’d RA (wafat tahun 20 H/641) : 
-Memainkan lagu zuhud pada senar senar kalbunya
-Sejarah Melaluinya dengan cepat, tetapi meletakkannya diantara orang-orang besar.
-Malaikat zuhud telah menyalami hatinya.
-Membeli rasa aman di akhirat dengan rasa takut di dunia.

15.Abdullah bin Mas’ud RA (wafat tahun 32 H/ 653 M) :
-Betisnya di Yaumul Mizan lebih berat dari Gunung Uhud.
-Orang pertama yang membaca Al Qur’an dengan suara keras di telinga orang musyrik.
-Imamnya kuat dan tidak mengenal lemah, dan pernah menghempaskan tubuhnya yang kecil di taring-taring kematian.

16.Abu Dzar Al Ghifari RA ( Wafat tahun 32/653 M)
-Membuat hatinya sebagai rumah yang cahayanya adalah zikir
-Seorang yang sudah sholat karena Allah sebelum Nabi SAW diutus
-Siapa yang ingin melihat zuhudnya Nabi Isa As, maka silahkan lihat Abu Dzar Al Ghifari.
-Tidak pernah memakmurkan suatu negeri yang ditakdirkan runtuh oleh Allah SWT.

17.Abu Darda RA ( wafat tahun 52 H/ 653 M) :
-Hasil usahanya di dunia seperti bekal musafir.
-Ia selalu melihat ke dalam jiwa untuk membersihkannya
-Semakin berat kesulitan yang dihadapinya, jiwanya semakin bersih.
-Ringan tangan dalam memberi.

18.Thalhah bin Ubaidhillah RA (wafat tahun 36 H/ 656 M) :
-Menjual Nyawa demi hidupnya Nabi SAW.
-Syahid yang berjalan di muka bumi.
-Seorang yang menyedekahkan seluruh hartanya.

19.Salman Al Farisi RA (wafat tahun 36 H/656 M) :
-Salman termasuk golongan kami, Ahlul Bait.
-Seorang laki-laki yang dilahirkan oleh sejarah dari mihrab Islam.
-Mencari kebenara di dalam Taurat dan Injil, kemudian menemukannya di dalam Islam.
-Seorang yang hatinya disinari Allah SWT, dengan lentera Iman.

20.Huzaifah ibnu Yaman RA (wafat tahun 36 H/656 M) :
-Hatinya lebih dahulu beriman sebelum lisannya
-Nabi SAW menyuruhnya memilih masuk golongan Muhajirin atau Anshor
-Diciptakan untuk menentang kemunafikan.
-Penyimpan rahasia Rasulullah SAW
-Satu satunya orang yang diberi tahu Nabi SAW tentang nama-nama orang munafik.

21.Abu Hurairah RA (wafat tahun 59 H/679 M)
-Dia membuka hatinya menjadi lentera yang bercahayakan ucapan Nabi SAW.
-Sejarah mencatat namanya dalam deretan terdepan orang-orang zahid.
-Seorang yang berkecamuk sifat zuhud dan wara’ dalam jiwanya.

22.Abdullah bin Umar bin Khattab RA (wafat tahun 73 H/693 M) :
-Gurunya adalah Nabi SAW dan ayahnya Umar RA
-Harta baginya adalah pelayan, bukan majikan.
-Profil zahid tulen, dari ujung rambut hingga ujung kaki.

23.Harim bin Hayyan RA ( wafat tahun 26 H/647 M) :
-Langit menangisi kuburannya.
-Dia menghadapkan hatinya kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT menyatukan hati orang orang mukmin untuk mencintainya.
-Di dalam aliran darahnya mengalit zuhud para Nabi.

24.‘Amr bin ‘Utbah RA (wafat tahun 32 H/653 M)
-Mencintai begadang di mihrab sholat
-Gumamannya mengalahkan raungan singa
-Doanya kunci rahmat, ruku lentera malamnya, dan puasa adalah makanan sehari harinya.

25.Uwais Al Qarni RA (wafat tahun 57 H/657 M) :
-Meskipun wajahnya hitam, nasabnya biasa biasa saja, dan rendah di mata manusia, namun sejarah mencatat namanya bersama orang-orang besar.
-Tidak populer di antara penduduk bumi, namun terkenal diantara penghuni langit. 
-Dzikrul maut tidak menyisakan kesenangan untuknya .

26.Amir bin Qais RA (wafat tahun 55 H/637 M) :
-Nyaris bertemu Allah SWT dengan amal seorang Nabi.
-Pernah dicum bajunya oleh singa.
-Beribadah kepada Allah SWT seolah olah dia melihat-NYA
-Malu kepada Allah SWT, sekiranya takut kepada selain-NYA.

27.Abu Muslim Al Khaulani RA (wafat tahun 62 H/681 M) :
-Sahabat dekat Isa putra Maryam AS di Surga
-Menyatukan antara mengikuti Muhammad SAW dan mukjizat Ibrahim AS
-Raihanah dari Syam, dan poros para zahid.

28.Alqomah bin Qais RA ( wafat tahun 62 H/681 M) :
-Jantungnya bersambung dengan urat darah langit.
-Lantunan Al-Qur’annya menggetarkan senar kalbu manusia.
-Wadah misik yang bila anda gerakkan maka membuat anda semakin kagum.

29.Rabi’ bin Khutsaim RA (wafat tahun 63 H/682 M) :
-Andai Rasulullah SAW melihatnya, maka beliau pasti mencintainya.
-Bisikannya adalah tasbih, perkataannya adalah tahmid, dan teriakannya adalah tahlil dan takbir.
-Syahwat di hatinya terhadap duniawi telah mati.

30.Masruq bin Ajda’ RA ( wafat tahun 63 H/682 M) :
-Tidak pernah tidur kecuali dengan sujud
-Terlena dalam mihrab rasa takut
-Seorang rahib di gulita malam.

31.Ahnaf bin Qais RA (wafat tahun 72 H/ 691 M) :
-Lari dari status sosial, dan status sosial justru yang mengejarnya.
-Tidak mendapat kehormatan sebagai sahabat, tetapi tidak gagal mendapatkan ridha Nabi SAW. 
-Seandainya dia marah, maka seratus ribu orang marah karena marahnya.
-Menjadi bangsawan saat masih di perut ibunya.

32.Shafwan bin Muhriz RA (wafat tahun 74 H/ 693 ):
-Menerangi malam dengan benderangnya cahaya sholat.
-Rumahnya adalah kuburannya.
-Bila mengucapkan Alhamdulillah, maka orang-orang menangis.
-Keikhlasan menyentuh lubuk hatinya, kata-katanya menembus ke relung relung hati.

33.Aswad An-Nakh’i RA (wafat tahun 75 H/ 694 M)
-Puasa adalah Isranya, dan sholat adalah Mi’rajnya.
-Para sahabat tidak mengalahkannya kecuali karena melihat Nabi SAW.
-Seorang yang memasuki sejarah dari pintu zuhud.

34.Yazid bin Aswad RA (wafat tahun 75 H/694 M) :
-Suara yang dicintai penghuni langit.
-Pemilik hujan mencintai pelantunan doanya.
-Tutur kata di telingan langit lebih menyenangkan daripada teriakan angin.

35.Shilah bin Asyam RA ( wafat tahun 75 H/ 695 M):
-Seorang zahid yang bila sholat maka dijaga oleh singa.
-Seorang yang ucapannya dituruti oleh singa, dan singa enggan menerkamnnya.
-Menjabat tangan kesyahidan sambil tersenyum.
-Tidak terbentang waktu yang diin menginginkannya untuk menjumpai Allah SWT, dan Islam memperkenalkannya untuk menjumpai Allah SWT dalam parade Syuhada.

36.Syaqiq bin Salmah RA (wafat tahun 82 H/701 M) :
-Seorang raja keserdehanaan.
-Bila berzikir kepada Allah, maka harinya terbang dari jasadnya
-Ia menghindar dari duniawi dengan zuhud, waspada terhadap setan dengan perlawanan, dan waspada terhadap nafsu dengan meninggalkan syahwat.

37.Mutharrif bin Syikhkhir RA (wafat tahun 87 /706 M) :
-Seoraang yang ditangannya cambuk bertasbih.
-Mencari kenikmatan yang tidak ada kematian di dalamnya.
-Mengkhatamkan Al Qur’an di dalam kuburannya sebelum dirinya wafat.

38.Ibrahim At-Taimi RA (wafat tahun 92 H/710 M):
-Seseorang dengan jasad penduduk bumi dan amal penduduk langit.
-Seorang Wali yang diiringin malaikat menuju surga.
-Mencuci tanganya dari dunia dan berpegangan pada taman taman akhirat.
-Burung burung bersholawat di atas gumaman sujudnya.

39.Ali Zaenal Abidin bin Husain RA (wafat tahun 94 H/712 M) :
-Dia menghapus air mata orang-oranf fakir dan kegelisahan orang-orang miskin dengan kedermawananannya.
-Seandainya anda melihatnya, niscaya terdetik di hati anda bahwa dia putra seorang Nabi.
-Di dalam aliran darahnya mengalir darah pada Nabi.

40.Sa’id bin Jubair RA ( wafat tahun 95 H/714 M) :
-Kepergiannya memilukan hati jutaan orang.
-Di dada dadanya bergemuruh kemuliaan Islam
-Dunia tidak memikat hatinya.

41.Ibrahim An-Nakhi RA ( wafat tahun 96 H/715 M) :
-Dia mengusir setan rasa tinggi hati dari hatinya, sehingga Allah SWT, mengaruniai kekuatan taat padanya.
-Seorang yang di dalam urat jantungnya mengalir wara’.
-Merendahkan egonya dan memuliaan agamanya.

42.Abdullah bin Muhairiz RA ( wafat tahun 99 H/718 M) :
-Allah SWT murka karena murkanya.
-Tidaklah sesat suatu umat yang di dalam ada Inu Muhairiz.
-Tidak peranh makan sesuap makanan dengan menggadaikan agamanya.

43.Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattan RA (wafat tahun 106 H/725 M) :
-Profil abid dan ulama fiqih, dan faqih dan golongan para zuhud.
-Harpanya ulama, dan sebagai salah seorang dari ulama Madinah.
-Salah seorang pemimpin tabi’in yang zuhud, alim, dan putra yang adil.

44.Thawus bin Kaisan RA (wafat tahun 106 H/725 M) :
-Bila mata anda memandangnya, maka anda tidak suka bermajelis dengan orang lain.
-Tidak pernah mengajukan hajatnya kecuali kepada Allah SWT.
-Hidupnya tidak luput dari keistimewaan dan keutamaan.

45.Bakr bin Abdullah Al Muzanni RA (wafat tahun 108 H/726 M)
-Seseorang yang menghadap Allah SWT kapan dia mau.
-Hidup sebagai orang kaya, dan mati sebagai orang miskin.
-Kekayaan semakin membuatnya bersyukur.

46.Muslim bin Yasar RA ( wafat tahun 108 H/726 M) :
-Seorang yang membuka pintu pengharapan dengan suaranya.
-Keluar sholat, masuk zikir.
-Terbang bersama ilmunya ke masa turunnya wahyu.

47.Hasan Al Bashri RA (wafat tahun 110 H/728 M) : 
-Kata-katanya mirip kata-kata para Nabi,
-Terbina di salah satu rumah Nabi SAW.
-Ditahnik (diberi makan kurma yang sudah dikunyah) oleh Umar RA, disusui oleh Ummu Salmah dan tumbuh remaja dibelaian Ali RA.
-Seorang yang mengukir zuhud di mihrab hatinya.

48.Muhammad bin Sirin RA (wafat tahun 110 H/728 M) :
-Dia diantara para zahid seperti Jibril diantara Malaikat.
-Dia telah mengusir dari hatinya rasa tinggi hati dan egoisme.
-Menghempaskan diri keharibaan kebajikan dan wara’.

49.Thalhah bin Musharif RA (wafat tahun 112 H/730 M) :
-Seolah-olah Malaikatlah yang membinanya.
-Hatinya diliputi kesedihan.
-Dia bersumpah untuk tidak tertawa sebelum melihat tempatnya di Akhirat.

50.“Atha bin Rabah RA ( wafat tahun 114 H/732 M) :
-Meski lahir dari nasab yang biasa, namun kemuliaan bersikeras menjabat tangannya.
-Menguras ulama dengan kalimat-kalimatnya.
-Malu jika pendapatnya diikuti di dunia.

51.Wahb bin Munabbih RA ( wafat tahun 114 H/ 732 M) :
-Pedang hikmahnya menebas tangan syahwat hingga buntung
-Seorang rahib di mihrab orang-orang besar.
-Bayangannya saja membuat setan takut.

52.‘Aun bin Abdullah bin Utbah RA (wafat tahun 115 H/733 M) :
-Dia bebaskan lehernya di dunia dari perbudakan Akhirat.
-Dengan pedang ikhlas, dia memanggil bisikan ikhlas.
-Tidak ada yang kurang baginya untuk masuk surga selain hanya kematian.
-Dia alokasikan untuk dunia apa yang lebih dari akhiratnya.

53.Yazid Ar Raqasyi RA ( Wafat tahun 120 H/737 M) :
-Dia padamkan kobaran api di hatinya dengan air matanya.
-Beribadah kepada Allah SWT dengan tangusan takut kepada-Nya.
-Isak tangisnya menjadi inti ibadahnya.

54.Bilal bin Said RA (wafat tahun 122 H/740 M) :
-Bagi masyarakat Syam beliau seperti Hasan Al Basri bagi masyarakat Basrah.
-Menasehati manusia dengan lisan seroang Nabi.
-Suara rasa takut terngiang di telinganya.

55.Muhammad bin Wasi’ RA (wafat tahun 123 H/741 M)
-Salah seorang penghafal Al Qur’an.
-Hati menjadi “tenang” karena melihatnya.
-Melancong ke Akhirat setiap harinya.
-Jarinya di medan perang lebih baik daripada seribu pedang.

56.Amir bin Abdullah bin Zubair bin Awwam RA ( wafat tahun 124 H/741 M) :
-Orang yang membeli dirinya dari Allah SWT, sebanyak enam kali.
-Allah SWT mengangkat ruhnya saat sujud.
-Dengan sedekahnya dia menerangi gelapnya malam orang-orang fakir.

57.Tsabit Al Bunani RA ( wafat tahun 127 H/744 M) :
-Orang yang sholat di kuburnya.
-Salah satu kunci kebaikan.
-Anak panah di kantong anak panah ibadah, dan salah seorang prajurit zuhud.

58.Muhammad bin Munkadir RA ( wafat tahun 130 H/748 M) :
-Kepala “madrasah menangis” dan dunia kecil di matanya.
-Dia mengekang jiwanya selama empat puluh tahun hingga istiqomah.
-Seorang yang diliputi kesedihan.

59.Ayyub As-Sikhtiyani RA (wafat tahun 131 H/749 M) :
-Bila anda melihat sujudnya, maka terbdetik di hati anda bahwa dia adalah Malaikat.
-Pelita masyarakat Bashrah.
-Dihatinya hikmah bersemayam.
-Menahan dunia di antara jeruji wara’.

60.Malik bin Dinar Ra (wafat tahun 131 H/749 M) :
-Menetralisir daya tarik duniawi dengan zuhudnya.
-Hatinya remuk redam dalam ketaatan kepada Allah SWT.
-Seorang yang membuka pintu-pintu hatinya untuk gelombang kebaikan,
-Rasa lapar menyalakan dalam urat darahnya api kedekatan dengan Allah SWT.

61.Manshur bin Mu’tamir RA (wafat tahun 132 H/ 749 M) : 
-Seandainya anda melihat perilakunya di mihrab, maka anda pasti mengiranya mati saat itu juga.
-Dia menjalani hidupnya denga mangsa kesedihan.
-Sepertiga malamnya berisi tengisan.

62.Shafwan bin Sulaim RA (wafat tahun 132 H/749 M) :
-Berjanji kepada Allah untuk tidak tidak meletakkan punggungnya di ranjang selama empat puluh tahun.
-Tutur katanya dijadikan obat bagi orang sakit.
-Doanya merupakan salah satu kunci rezki,

63.Ziyad bin Abu Ziyad RA (wafat tahun 135 H/752 M) :
-Ucapannya membuat raja-raja menangis
-Menempa jiwanya dengan cambuk ketaatan.
-Tidak pernah melepas tali kekang bagi dirinya untuk istirahat.

64.Rabi’ah Ar Ra’yi RA (wafat tahun 136 H/755 M) : 
-Manusia belajar adabnya sebelum ilmunya.
-Hatinya dipenuhi dengan kayakinan yang hangat.
-Dia adalah salah satu madrasah zuhud,
-Manisnya ilmu fiqih hilang bersama kematiannya.

65.Yunus bin Ubaid RA (wafat tahun 139 H/756 M) :
-Berjumpa dengan Allah SWT nyaris dengan hati seorang Nabi.
-Namanya dapat menggerakan pintu pintu langit.
-Mihrab zuhud dimuka bumi.

66.Salamah bin Dinar RA (wafat tahun 140 H/757 M)
-Seorang yang memikul kebesaran raja-raja dan tanggung jawab ulama.
-Bila dia melewati buah-buahan maka dia berkata , “Sabar, karena tempatmu adalah surga”
-Hikmahnya datang seperti Matahari, bercahaya dan jelas.

67.Atha’ As-Salimi RA (wafat tahun 140 H/757 M) :
-Seseorang yang ditahan rasa takut dalam penjara wara’.
-Menenggelamkan hatinya di lautan air mata.
-Menangis hingga air mata menghilangkan cahaya penglihatannya.
-Senyuman tidak pernah menyapa kedua bibirnya selama empat puluh tahun.

68.Sulaiman At-Taimi RA (wafat tahun 143 H/760 M) :
-Bintang yang menebarkan petunjuknya di langit para zahid.
-Salah seorang “malaikat” di muka bumi.
-Dia mencahayai kalbunya, dengan cahaya ketaatan.

69.Kahmas bin Hasan Al Qaisi RA (wafat tahun 149 H/766 M)
-Dia menangis selama empat puluh tahun hanya karena tangannya mengusap tembok rumah tetangganya tanpa sepengetahuannya.
-Dia menceburkan diri dan sejarah hidupnya ke dunia Wara’
-Dia mengisi mulutnya dengan iman dan misik, serta senantiasa melembutkan hati.

70.Imam Abu Hanifah An Nu’man RA (wafat tahun 150 H/ 767 M) :
-Semua ulama fiqih membutuhkan fiqihnya.
-Imam dalam bidang fiqih, dan madrasah dalam bidang wara’.
-Orang pertama yang membuja peti fiqih dan mengeluarkan mutiara-mutiaranya.

71.Abdullah bin ‘Aun RA (wafat tahun 151 H/768 M) :
-Dia berada di hati manusia dengan zuhud dan istiqomahnya.
-Dia membagi-bagikan sedekahnya di malam hari secara sembunyi-sembunyi sebelum sinar matahari meneranginya.

72.Hasan bin Abu Sinan RA (wafat tahun 151 H / 768 M) :
-Dia puasa setahun karena hatinya bertanya kepadanya tentang sebuah bangunan : sejak kapan ini didirikan ?
-Wara’ telah membutakan kedua matanya.
-Dia menyelami samudra puasa hingga bisa membawa keluar mutiaranya.

73.Wuhayyib bin Ward RA (wafat tahun 153 H/770 M) :
-Seseorang yang bersumpah bahwa Allah SWT tidak melihatnya dalam keadaan tertawa.
-Pakar pengobatan hati.
-Allah SWT mengangkat derajatnya karena makanannya yang baik.

74.Al Auza’i RA (wafat tahun 157 H/774 M) :
-Ilmu berkabung atas kepergiannya dari dunia ini.
-Ucapannya lebih berwibawa daripada pedang para raja.
-Dia hidup di antara penduduk bumi dengan gelar alim, dan diangkat ke langit dengan hati seorang syahid.

75.Ibnu Abi Dzi’b RA (wafat tahun 158 H /774 M) :
-Dia mengguncang dunia di bawah kaki para umara di zamannya.
-Ucapannya mampu memutus senar kalbu.
-Dia menjadikan hatinya sebagai rumah kesedihan.

76.Haiwah bi Syuraih RA (wafat tahun 158 H/774 M) :
-Bila dia mengambil suatu insentif, maka dia sedekahkan seluruhnya. Dan bila dia pulang ke rumah, maka dia mendapati uang itu berada di bawah tempat tidurnya.
-Dia beribadah kepada Allah SWT, dengan tetesan air mata.
-Karakternya terlalu mulia untuk digambarkan.

77.Sulaiman Al Khawwash RA (wafat tahun 160 H/777 M) :
-Dia hidupkan gelapnya malam demi cahaya alam kubur.
-Dia menjalani hidupnya dengan roti dan garam.
-Dengan zuhudnya dia keluarkan bisikan dunia dari hatinya.
-Seorang yang senantiasa diliputi kesedihan.

78.Sufyan Ats Tsauri RA (wafat tahun 161 H/778 M) :
-Dia bersikap zuhud terhadap dunia, sehingga Allah SWT menumbuhkan hikmah di hatinya.
-Dia tidak menyisakan waktu dan tenaga untuk dunia kecuali yang tersisa dari urusan akhirat.
-Dia berenang di dunia, tetapi pakaiannya tidak basah.
-Dia menutup pintu syahwat dengan kunci wara’.

79.Ibrahim bin Adham RA (wafat tahun 161 H /778 M)
-Salah satu simbol zuhud.
-Slogannya di dunia adalah wara’ sampai mati.
-Dia tinggalkan sutera dan bersembunyi di balik pakaian yang kasar.
- Dia melipat lembaran hidupnya yang pertama, dan membuka lembaran baru bersama orang-orang yang abadi.

80.Dawud Ath-Tha’i RA (wafat tahun 165 H/781 M) :
-Seandainya Dawud hidup di umat umat terdahulu. Niscaya Allah SWT, mengisahkan suatu berita tentagnya.
-Allah SWT, menolongnya bukan dengan harta, memuliakannya bukan dengan nasab, dan memberinya rasa keintiman bukan dengan manusia.
-Dia menahan lisannya kecuali untuk zikir, dan memenjarakan dirinya sebelum dia dipenjara.

81.Warrad Al “Ajli RA (wafat tahun 165 H /781 M) :
-Seorang yang makamnya dirambati pohon raihan (sejenis kemangi).
-Dia berjanji kepada Allah SWT untuk tidak tertawa di dunia sebelum melihat wajah Allah SWT.
-Dia berpegang pada zuhud dan wara’ untuk mengalahkan dunia.

82.Laits bin Sa’d RA (wafat tahun 175 H/791 M) :
-Sedekahnya membawanya terbang ke surga.
-Dia menginfakkan dirham dunia untuk memperoleh pundi akhirat.
-Dia menulis riwayat hidupnya dengan pena dan cahaya.
-Manusia merasa rileks bersamannya, sementara dirinya merasa letih oleh dirinya sendiri.

83.Imam Malik RA ( wafat tahun 179 H /795 M) :
-Dia lahir di sebuah rumah yang para penghuninya manghafal Al-Qur’an.
-Dia menembus hati manusia dengan zuhud dan tawadhunya.
-Ibunya menyusuinya dengan iman dan adab.
-Dia tidak pernah meriwayatkan suatu hadist kecuali dalam keadaan mempunyai wudhu.

84.Dhaigham bin Malik RA ( wafat tahun 180 H/796 M) :
-Tangisan menjadi kiblat zuhudnya.
-Dia memberi makan hatinya dengan manisnya ibadah
-Dia sucikan hatinya dengan air mata.

85.Ibnu Mubarak RA (wafat tahun 181 H/797 M) :
-Dia bertengger di atas singgasanan dunia dengan wara’ dan zuhud.
-Dia menjadikan hatinya sebagai rumah yang pelitanya adalah zikir dan perabotannya adalah infak.
-Di dalam jubahnya terkumpul setiap karakter kebaikan.

86.Abdullah bin Al’Umari RA (wafat tahun 184 H/800 M) :
-Sejarahnya menulis namanya dengan tinta dari cahaya.
-Kewibawaannya menggoyahkan singgasana para raja.
-Seandainya dia membagi wara’nya kepada seribu orang ahli maksiat, niscaya mereka menjadi wali-wali.

87.Fudhail bin Iyadh RA ( wafat tahun 187 H/803 M) :
-Dia adalah pemimpin madrasah orang-orang saleh. Dengan jiwa dan raganya dia bergabung ke dalam barisan terdepan orang-orang abadi.
-Dia menatah dadanya dengan ornamen yang bernama zuhud dan wara’
-Di dalam hatinya terpatri instropeksi diri.

88.Abdullah bin Idris RA (wafat tahun 192 H/808 M) :
-Dia membentuk kehidupannya mirip imajinasi.
-Wara’nya langka, tidak ada padanannya.
-Dia mengkhatamkan Al Qur’an di rumahnya sebanyak empat ribu kali.

89.Syaqiq Al Balkhi RA ( wafat tahun 194 H/ 810 M) :
-Dia tinggalkan hartanya hingga mereka tidak mampu membeli kafannya.
-Mahkota kapal Wara’ di lautan zuhud.
-Dia beramal dengan Al-Qur’an sejak dua puluh hingga dia bisa memilah dunia dari akhirat.
-Dia lebih percaya dengan apa yang ada ditangan Allah SWT daripada yang ada ada di tangan makhluk.

90.Yusuf bin Asbath RA (wafat tahun 195 H/ 810 M) :
-Dia mengusir gelapnya syahwat dengan matahari zuhud.
-Selama empat puluh tahun dia tidak pernah punya dua baju.
-Dia tidak bersaing ahli dunia dalam kemuliannya, dan tidak gentar dengan kerendahannya.

91.Waki’ bin Jarrah RA (wafat tahun 197 H/812 M) :
-Dia terfokus pada upaya menyucikan hatinya.
-Sifat-sifatnya tidak bisa dilukiskan.
-Dia menarik cahaya kalbu dengan kesedihan yang kontinu.
-Dia menempa dirinya dengan tongkat ketaatan.

92.Ma’ruf Al-Karkhi RA (wafat tahun 200 H/815 M) :
-Dia hidup dengan hati seorang raja dan mati dengan jasad orang miskin.
-Doanya adalah timba langit.
-Dia meninggal dunia tanpa memiliki apa-apa , sebagaimana dia memasuki dunia.

93.Imam Syafi’i RA (wafat tahun 2004 H/820 M) :
-Seandainya dia banyak mendengarkan hadist, maka umat Nabi Muhammad SAW, cukup berpegang kepadanya, tidak perlu kepada fuqaha lain.
-Seandainya manusia ditimbang berdasarkan akal mereka, maka Imam Syafi’i mengungguli mereka.
-Dia mengkhatamkan Al Qur’an di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali dan seluruhnya dibaca dalam sholat.

94.Abu Sulaiman Ad-Darani RA ( wafat tahun 215 H/850 M) :
-Dia lebih mementingkan kenikmatan munajat daripada kenikmatan tidur.
-Dia melaparkan perutnya sehingga hatinya bersih.
-Wara’nya adalah palang pintu pertama dalam tangga zuhud.
-Dia menepis tipuan dunia dengan lapar di siang hari dan begadang di malam hari.

95.Manshur bin ‘Ammar RA (wafat tahun 225 H/840 M) :
-Seorang yang ucapannya membuat langis menangis.
-Ibunya menyusuinya dengan zuhud bersama air susu.
-Dia memberikan hidupnya kepada puasa dan sholat.

96.Bisyr Al Hafi RA ( wafat tahun 227 H/841 M) :
-Zuhudnya menggetarkan senar kalbu.
-Dia menggabungkan kemuliaan melepas sandaran dari manusia dengan kemuliaan Qiyamul Lail.
-Dia berpuasa terhadap dunia dan berbuka puasa dengan kematian.
-Dunia baginya lebih kecil daripada sayap lalat.

97.Hatim Al Asham RA (wafat tahun 237 H/851 M) :
-“Lukmanul Hakim”nya umat ini.
-Dunia tidak pernah terucap di ujung lidahnya.
-Tidak ada sarrung melingkar di tubuh orang sepertinya.

98.Imam Ahmad bin Hambal RA (wafat tahun 241 H/855 M) :
-Dia dilempar ke dalam api fitnah, lalu sebagai emas
-Dia mengalahkan prahara dengan pedang sabar dan penuh Iman.
-Ia nyaris menjadi Imam sejak masih di perut ibunya.

99.As-Sari As-Saqthi RA ( wafat tahun 253 H/867 M) :
-Di lidahnya hikmah bergerak.
-Kondisinya saat sembunyi-sembunyi sama seperti saat terang-terangan.
-Dia memuji Allah SWT, sekali, lalu beristigfar kepada Allah SWT selama tiga puluh tahun.

100. Abdushomad bin Umar RA (wafat tahun 397 H/1006 M)
-Setan tidak punya tempat dalam dirinya.
-Dia menjabat tangan kematian sambil tersenyum.
-Dia memberi semua miliknya kepada manusia, dan dia tidak meminta apa-apa kepada mereka.

Demikianlah para tokoh-tokoh zuhud yang bisa menjadi contoh dalam kehidupan kita. Selain 100 tokoh ini sebenarnya masih ribuan lain tokoh zuhud yang bisa kita pelajari, dan ini hanyalah bagian dari yang ribuan itu. Keterangan singkat tentang diri mereka hendaknya difahami secara luas dan jernih mengingat beberapa kalimat dan kata-katanya memiliki makna yang mungkin membingungkan bagi mereka yang sebagian awam dalam dunia kezuhudan. Begitulah memang adanya dunia zuhud. Yakinlah bahwa mereka yang melakukan pola hidup zuhud adalah orang-orang-orang yang mulia di mata Allah SWT . Fakta sejarah menulis mereka yang zuhud banyak merupakan orang-orang besar yang terus menerus mewarnai peradaban-peradaban yang ada di dunia.
Wallahu ‘Alam Bisshowab.....
Al Faqir Iwan Mahmud Al Fattah :
Disarikan dari buku 100 Tokoh Zuhud, yang disusun oleh Syekh Muhammad Siddiq Al Minsyawi (Terj), dengan Penerbit Abadi Publishing Jakarta tahun 2007.