Senin, 17 April 2017

ULAMA DAN MUJAHID BESAR INDONESIA YANG PERNAH DIPENJARA PARA PENGUASA REZIM


Ulama dan Mujahid tidak pernah lepas dari sebuah resiko dalam setiap gerak dan langkahnya. Salah satu resiko yang biasa mereka terima dan hadapi adalah penjara, namun walaupun demikian ternyata penjara tidak pernah meruntuhkan mental mereka dalam perjuangannya. Sekalipun banyak dari mereka dikurung secara tidak manusiawi dan disiksa dengan kejam oleh penguasa rezim yang diantaranya penjajah, toh penjara justru membuat mereka menjadi besar dan mulia dimata ummat. Sebagian memang ada dari mereka yang kemudian dilepaskan karena tuntutan ummat, sebagian ada yang keluar masuk, ada pula yang berhasil meloloskan diri.

Tercatat dalam beberapa sejarah beberapa nama yang pernah dipenjara yang diantaranya adalah :

1. Sultan Ageng Tirtayasa Banten
2. Pangeran Purbaya Banten
3. Pangeran Sake Banten
4. Syekh Yusuf Makasar
5. Habib Husein bin Abu Bakar Alaidrus Luar Batang
6. Pangeran Diponegoro Jogyakarta
7. Kyai Mojo Panglima Perang Diponegoro
8. Cut Nyak Dien Aceh
9. Maha Guru Mbah Kholil Bangkalan
10. Hadratussyekh KHHasyim Asy'ari Jombang
11. Kyai Solihin bin Kyai Muhammad Amin Babakan ciwaringin (pendamping Mbah Hasyim di penjara)
12. Kiai Mas Mansur Ndresmo Surabaya.
13. Habib Ali Al Habsyi Kwitang Jakarta
14. Habib Salim Jindan Jakarta
15. KH Agus Salim Jakarta
16. KH Raden Asnawi Kudus
17. KH. Ahmad Kamal Damaran
18. KH. Nurhadi
19. KH. Mufid Sunggingan
20. Buya Hamka
21. HOS Cokroaminoto
22. KH Ahmad Syar'i Penulis Al Fatawi
23. Dua orang anggota Pitung
24. Kasman Singodimejo
25.. KH Isa Anshory
26. KH. Soleh Iskandar
27. KH E. Z. Muttaqin
28. Prawoto Mangkusesmito
29. Muhammad Roem
30. Bung Hatta
31. KH Zaenal Mustofa Sukapura
32. KH Ahmad Sanusi atau Ajengan Genteng atau Ajengan Betawi dari Sukabumj
33. KH Ruhiyat Cipasung (ayah KH ilyas Ruhiyat)
34. Maha Guru Abuya Dimyati Cidahu
35. KH Badri Masduqi Probolinggo
36. Mbah Sya'roni Ahmadi (Mustasyar NU)
37. KH Zaini Abdul Mun'in Probolinggo
38. KH Raden Abdullah Bin Nuh Cianjur
39. KH Muhammad Arsyad Thawwil Geger Cilegon 1888 M
40...................(silahkan ditambahkan sendiri)